
Untuk anak usia SMP (sekitar 12–15 tahun), olahraga sebaiknya tidak langsung berat. Fokus utamanya adalah membangun kebiasaan aktif, kebugaran jantung-paru, kekuatan otot, kelenturan, koordinasi, dan kesehatan tulang.
A. Rekomendasi frekuensi olahraga
Menurut WHO (2020), anak dan remaja usia 5–17 tahun dianjurkan:
| Jenis aktivitas | Frekuensi yang dianjurkan | Contoh untuk pemula |
| Aktivitas fisik intensitas sedang–berat. | Rata-rata ≥60 menit/hari sepanjang minggu | Jalan cepat, bersepeda, badminton, berenang. |
| Aktivitas aerobik intensitas berat. | ≥3 hari/minggu | Jogging, futsal, skipping. |
| Penguatan otot & tulang. | ≥3 hari/minggu | Squat, lunges, push-up modifikasi, jumping. |
| Aktivitas ringan. | Setiap hari | Jalan kaki, naik tangga, bermain aktif. |
Catatan penting:
B. Olahraga yang cocok untuk pemula
1. Jalan — sangat direkomendasikan
2. Bersepeda
3. Badminton/Futsal/Basket/Olahraga Invasi
4. Berenang
5. Senam/bodyweight training
Dilakukan 2–3 kali/minggu, Untuk pemula, bisa dimulai 1–2 set × 8–12 repetisi. misalnya:
6. Skipping
C. Contoh jadwal sederhana untuk anak SMP
Kalau ini untuk diterapkan di sekolah atau boarding school, jadwal seperti ini cukup realistis:
| Hari | Aktivitas | Durasi |
| Senin | Jalan + stretching | 30 menit |
| Selasa | Bodyweight exercise | 25–30 menit |
| Rabu | Badminton/bersepeda | 40–60 menit |
| Kamis | Jalan + skipping ringan | 30 menit |
| Jumat | Bodyweight exercise | 25–30 menit |
| Sabtu | Olahraga permainan: futsal, badminton, basket, dll. | 45–60 menit |
| Minggu | Jalan/aktivitas rekreasi | 30–60 menit |
Kemudian aktivitas sehari-hari seperti berjalan ke kelas, naik tangga, piket, bermain, dan aktivitas fisik lainnya ikut dihitung sebagai bagian dari aktivitas fisik harian.
D. Waktu terbaik untuk olahraga
Tidak ada satu waktu yang secara mutlak terbukti sebagai “waktu terbaik” untuk semua anak. Yang lebih penting adalah konsistensi, keamanan, kualitas tidur, dan kecocokan dengan jadwal anak.
Namun, penelitian mengenai waktu olahraga memberikan beberapa pertimbangan:
Cocok untuk: jalan kaki, jogging, senam, stretching. Kelebihan:
Untuk boarding school: olahraga pagi setelah bangun dapat menjadi pilihan yang praktis, tetapi jangan mengorbankan waktu tidur.
Cocok untuk: badminton, futsal, basket, jogging, bersepeda, latihan kekuatan. Sore sering menjadi waktu yang nyaman karena suhu tubuh dan performa fisik secara fisiologis cenderung lebih tinggi dibandingkan pagi. Akan tetapi, manfaat tersebut tidak berarti anak harus berolahraga sore.
Olahraga ringan masih memungkinkan, tetapi hindari latihan intensitas tinggi terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama jika anak merasa olahraga tersebut membuatnya lebih sulit tidur.
Untuk anak SMP, saya lebih menyarankan pagi atau sore daripada menjadikan olahraga berat sebagai aktivitas larut malam.
E. Kalau untuk anak SMP di boarding school
Prinsipnya sederhana:
Start small → Be consistent → Increase gradually.
Contohnya:
Tidak perlu setiap sesi berupa olahraga berat. Anak bisa memperoleh aktivitas fisik melalui jalan kaki, permainan olahraga, senam, latihan kekuatan, dan aktivitas sehari-hari. Yang juga sangat penting untuk anak SMP adalah tidur yang cukup. Aktivitas olahraga jangan sampai membuat waktu tidur berkurang. Untuk usia 13–18 tahun, American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan 8–10 jam tidur per 24 jam.
Daftar pustaka
Semangat Sehat
Leave a Comment