“Ustadzah ini masuk nilai ngga ustadzah?”
Pertanyaan sederhana namun menyentil yang sering muncul dari murid-murid ketika diberi tugas dalam pembelajaran. Pertanyaan ini terlihat sepele tapi mungkin cukup meresahkan bagi beberapa guru. Pertanyaan ini rasanya seperti mengecilkan proses belajar. Seolah hal yang penting bukanlah apa yang sedang dipelajari tapi apakah pekerjaan ini memberikan angka tertentu setelah diselesaikan.

Selain terucapnya pertanyaan tersebut, ada pula fenomena menanyakan tugas apa yang akan diberikan untuk remedial tepat setelah ujian terlaksana. Seolah segala usaha yang dilakukan ketika ujian akan berakhir nilai yang harus ditambal dengan remedial. Kesannya apapun pemahaman yang sudah didapat lebih penting memastikan nilai telah melewati batas ketuntasan dibandingkan memastikan apakah proses belajar sudah menghasilkan pemahaman atau belum.
Kejadian serupa mungkin sering terjadi dalam proses pendidikan di sekolah. Nilai hasil evaluasi seringkali tampak lebih penting dibandingkan apapun dalam proses pembelajaran. Nilai seolah setara dengan harga diri yang harus dijaga dalam angka-angka besar ketuntasan. Nilai yang tidak melewati ketuntasan seolah adalah sebuah kegagalan yang tak seharusnya terjadi.
Padahal, tentu hal tersebut adalah keyakinan yang salah. Hasil pembelajaran tidak selalu harus menjadi angka hasil belaka. Nilai memang penting untuk menjadi salah satu alat ukur dalam proses pembelajaran. Namun, bukan artinya ia menjadi satu-satunya dan bukan pula penentu paling penting proses pembelajaran.

Hal lain yang lebih penting adalah bagaimana usaha yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman dalam proses belajar. Tidak hanya itu, proses untuk sampai pada tahapan paham juga tak kalah penting dibandingkan dengan nilai yang diperoleh. Selain itu, sikap belajar dan kejujuran dalam aspek yang harus menjadi perhatian utama dalam seluruh kegiatan pembelajaran.
Jadi apakah boleh kita mengejar nilai besar bahkan sempurna? Tentu saja sangat boleh. Akan tetapi, jangan lupa hal tersebut bukan yang paling utama dan segalanya. Fokus pada proses dan usaha dalam memahami pembelajaran. Perbaiki sikap belajar dengan sungguh-sungguh, dan tak lupa pegang kuat nilai kejujuran. Dengan fokus pada empat hal ini insya Allah nilai terbaik akan mengikuti.
Terus semangat belajar yaa. (dLa)
Leave a Comment