
SUBANG – SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja kembali melaksanakan Upacara Bendera pada Senin, 10 Agustus 2026. Selain menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab, kegiatan rutin ini juga menjadi momentum untuk memberikan penguatan karakter dan motivasi kepada seluruh murid dalam bersunguh sunguh menuntut lmu.
Pada upacara kali ini, Ustaz Mahfudz Azis bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan penting mengenai hakikat keberadaan murid di lingkungan sekolah dan pesantren, yaitu untuk menuntut ilmu.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh murid SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja agar setiap aktivitas belajar selalu diawali dengan niat yang benar. Belajar bukan sekadar menjalankan kewajiban sebagai seorang murid, tetapi merupakan proses panjang untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat sekaligus menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Dalam amanatnya, Ustaz Mahfudz Azis mengingatkan bahwa tujuan utama murid berada di sekolah dan lingkungan boarding adalah menuntut ilmu. Oleh karena itu, kesempatan mendapatkan pendidikan harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Niat menjadi bagian penting dalam perjalanan belajar. Ketika seorang murid memiliki niat yang baik, proses mengikuti pembelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, berdiskusi bersama guru, menghafal Al-Qur’an, hingga mengikuti berbagai kegiatan sekolah dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri yang bernilai.
Kesadaran mengenai tujuan belajar juga penting ditanamkan sejak dini. Dengan memahami alasan mengapa mereka belajar, murid diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi materi yang sulit maupun berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.
Pesan tersebut selaras dengan proses pendidikan di SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja, yang tidak hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, adab, spiritualitas, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap ilmu.
Pesan berikutnya yang ditekankan dalam amanat upacara adalah bahwa ilmu harus dicari dan diperjuangkan. Ilmu tidak serta-merta diwariskan dari orang tua kepada anak. Setiap murid harus menjalani proses belajar dan berusaha untuk mendapatkannya.
Seorang anak yang memiliki orang tua berpendidikan tinggi sekalipun tetap harus belajar untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan bagi dirinya sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dalam pendidikan membutuhkan kemauan, usaha, kedisiplinan, dan kesungguhan.
Karena itu, murid didorong untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan yang sudah dimiliki. Mereka perlu terus membaca, bertanya kepada guru, berdiskusi, mengulang pelajaran, dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menambah wawasan.
Semangat mencari ilmu inilah yang diharapkan tumbuh dalam keseharian murid SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Lingkungan sekolah dan asrama menjadi ruang belajar yang luas sehingga proses pendidikan tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Dalam amanat upacara tersebut, Ustaz Mahfudz Azis turut menyampaikan pesan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib RA mengenai kemuliaan ilmu dan kecerdasan serta pentingnya menjauhi kebodohan. Pesan tersebut juga menempatkan ilmu sebagai salah satu warisan terbaik yang dapat dimiliki seseorang.
Nilai yang terkandung dalam pesan tersebut menjadi motivasi agar murid memandang ilmu sebagai sesuatu yang sangat berharga. Harta dan berbagai hal yang bersifat materi dapat berkurang atau hilang, sedangkan ilmu yang dipelajari, dipahami, diamalkan, dan digunakan untuk kebaikan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ilmu juga tidak seharusnya berhenti pada pencapaian nilai akademik. Pengetahuan yang dimiliki diharapkan mampu membentuk cara berpikir, sikap, keputusan, dan perilaku seseorang. Semakin bertambah ilmu, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya dalam kebaikan.
Hal inilah yang terus ditanamkan dalam pendidikan di SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja. Prestasi menjadi sesuatu yang penting untuk diperjuangkan, tetapi harus berjalan beriringan dengan akhlak, adab, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Selain berbicara tentang ilmu, amanat upacara juga menyoroti pentingnya memanfaatkan waktu. Masa sekolah merupakan kesempatan berharga yang perlu digunakan secara optimal untuk belajar dan mengembangkan potensi.
Setiap murid memiliki waktu yang sama setiap harinya. Perbedaannya terletak pada bagaimana waktu tersebut digunakan. Karena itu, murid diajak untuk mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat dan lebih fokus terhadap hal-hal yang mendukung perkembangan diri.
Waktu di kelas dapat dimanfaatkan dengan memperhatikan penjelasan guru dan aktif dalam pembelajaran. Waktu belajar mandiri dapat digunakan untuk mengulang materi yang belum dipahami. Sementara itu, kehidupan di lingkungan boarding memberikan kesempatan untuk membangun kebiasaan positif seperti membaca, menghafal Al-Qur’an, beribadah, berdiskusi, berorganisasi, dan belajar hidup mandiri.
Dengan pengelolaan waktu yang baik, proses pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan pencapaian akademik, tetapi juga menghadirkan keberkahan serta membentuk kebiasaan positif yang dapat terus dibawa hingga masa depan.
Pada bagian utama pesannya, Ustaz Mahfudz Azis mengajak seluruh murid untuk menggunakan waktu dan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh demi memperoleh ilmu yang bermanfaat dan mengharapkan rida Allah SWT.
Pesan ini menegaskan bahwa tujuan pendidikan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar memperoleh nilai tinggi atau memenangkan kompetisi. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi murid untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim sekaligus memberikan manfaat kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Semangat tersebut sejalan dengan visi SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja sebagai “Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz, dan Berprestasi.” Sekolah berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang memungkinkan murid berkembang dalam aspek akademik, Al-Qur’an, karakter, kepemimpinan, serta berbagai bidang prestasi.
Upacara bendera pun tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setiap pekan. Melalui amanat yang disampaikan pembina upacara, kegiatan ini menjadi salah satu media pendidikan karakter untuk memberikan nasihat, motivasi, serta penguatan nilai kepada seluruh murid.
Melalui amanat upacara Senin, 10 Agustus 2026 ini, diharapkan seluruh murid semakin menyadari bahwa kesempatan memperoleh pendidikan merupakan nikmat yang harus disyukuri dengan kesungguhan dalam belajar. Setiap waktu yang dimiliki hendaknya digunakan untuk mencari ilmu, meningkatkan kemampuan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan.
Semoga semangat menuntut ilmu terus tumbuh dalam diri seluruh murid SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi ilmu yang bermanfaat, membentuk akhlak mulia, dan mengantarkan pada rida Allah SWT.
Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mencari lingkungan pendidikan Islam bagi putra-putrinya, Penerimaan Murid Baru (PMB) As-Syifa Boarding School Tahun Ajaran 2027/2028 telah dibuka.
SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja menghadirkan pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pembinaan Al-Qur’an, pembentukan adab dan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta berbagai program prestasi. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya generasi berakhlak, hafiz, dan berprestasi.
Informasi lengkap dan pendaftaran PMB dapat diakses melalui:
Leave a Comment