School Info
Monday, 09 Feb 2026
  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH CALON PEMIMPIN MASA DEPAN - PENDAFTARAN MURID BARU KLIK DISINI
  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH CALON PEMIMPIN MASA DEPAN - PENDAFTARAN MURID BARU KLIK DISINI
7 February 2026

Menumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui Peran Perpustakaan Sekolah

Sat, 7 February 2026 Read 21x

Abstrak

Minat baca merupakan salah satu fondasi penting dalam keberhasilan proses pembelajaran siswa. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai sarana pendukung dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas wawasan peserta didik. Artikel ini membahas berbagai faktor yang memengaruhi rendahnya intensitas kunjungan siswa ke perpustakaan sekolah serta keterkaitannya dengan minat baca siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama. Penulisan artikel ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dan penggalian data kualitatif yang dilakukan di SMPIT Assyifa Boarding School Wanareja. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa rendahnya intensitas kunjungan ke perpustakaan tidak selalu mencerminkan rendahnya minat baca siswa. Banyak siswa tetap memiliki kebiasaan membaca melalui buku pribadi atau pinjaman dari teman. Faktor-faktor seperti lokasi perpustakaan, keterbatasan waktu, kesesuaian koleksi, serta motivasi pribadi menjadi hal yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah. Artikel ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi sekolah dalam mengembangkan strategi pengelolaan perpustakaan yang lebih ramah siswa dan mendukung budaya literasi.

Kata kunci: minat baca, perpustakaan sekolah, literasi, siswa SMP, budaya membaca

Pendahuluan

Minat baca masyarakat Indonesia masih menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai laporan internasional dan nasional menunjukkan bahwa tingkat literasi membaca di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan banyak negara lain. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Salah satu sarana utama yang mendukung upaya tersebut adalah perpustakaan sekolah. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar, ruang eksplorasi pengetahuan, dan sarana pengembangan minat baca siswa.

Di lingkungan sekolah, sering dijumpai fenomena menurunnya intensitas kunjungan siswa ke perpustakaan seiring dengan meningkatnya jenjang kelas. Hal ini juga menjadi perhatian di SMPIT Assyifa Boarding School Wanareja. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kondisi tersebut agar sekolah dapat merancang langkah strategis dalam mengoptimalkan fungsi perpustakaan.

Perpustakaan Sekolah dan Minat Baca

Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Keberadaannya bertujuan untuk menunjang proses belajar mengajar serta membantu siswa dan guru dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Perpustakaan yang dikelola dengan baik dapat menjadi ruang yang nyaman, menarik, dan inspiratif bagi siswa untuk membaca dan belajar secara mandiri.

Minat baca sendiri dapat dipahami sebagai dorongan internal yang membuat seseorang merasa tertarik dan senang melakukan kegiatan membaca. Minat baca tidak muncul secara otomatis, tetapi tumbuh melalui proses pembiasaan, ketersediaan bahan bacaan yang sesuai, serta dukungan lingkungan.

Dalam konteks sekolah, minat baca siswa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Ketersediaan dan keberagaman koleksi buku
  • Aksesibilitas dan kenyamanan perpustakaan
  • Dukungan guru dan sekolah
  • Motivasi dan kebiasaan pribadi siswa

Perpustakaan sekolah yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan minat siswa akan lebih berpeluang menjadi pusat aktivitas literasi yang hidup.

Gambaran Kondisi di SMPIT Assyifa Boarding School Wanareja

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengumpulan data di SMPIT Assyifa Boarding School Wanareja, terlihat bahwa intensitas kunjungan siswa ke perpustakaan mengalami variasi antar jenjang kelas. Sebagian siswa menunjukkan antusiasme membaca yang tinggi, namun tidak selalu diwujudkan dengan kunjungan rutin ke perpustakaan.

Beberapa siswa lebih memilih membaca buku milik pribadi atau meminjam dari teman. Di sisi lain, terdapat pula siswa yang belum menjadikan membaca sebagai kebiasaan utama dan lebih tertarik pada aktivitas lain saat waktu luang.

Faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah antara lain:

  1. Lokasi perpustakaan yang dirasakan kurang strategis oleh sebagian siswa.
  2. Waktu istirahat yang terbatas, sehingga siswa harus memilih aktivitas yang dianggap paling prioritas.
  3. Kesesuaian koleksi buku dengan minat dan kebutuhan siswa.
  4. Aspek administratif, seperti kartu anggota perpustakaan.
  5. Motivasi dan suasana hati siswa dalam membaca.

Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan perpustakaan sekolah tidak hanya terletak pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada bagaimana perpustakaan tersebut dihadirkan sebagai ruang yang dekat dan relevan dengan kehidupan siswa.

Upaya Mengoptimalkan Peran Perpustakaan Sekolah

Untuk meningkatkan minat baca dan pemanfaatan perpustakaan sekolah, diperlukan upaya bersama dari seluruh warga sekolah. Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Menyediakan koleksi buku yang lebih variatif dan sesuai dengan minat siswa.
  • Menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman, ramah, dan menarik.
  • Mengintegrasikan kegiatan literasi dengan pembelajaran di kelas.
  • Melibatkan guru dalam mendorong siswa memanfaatkan perpustakaan.
  • Melakukan promosi dan kegiatan kreatif berbasis literasi.

Dengan pendekatan yang tepat, perpustakaan sekolah dapat bertransformasi menjadi ruang yang tidak hanya dikunjungi karena kewajiban, tetapi juga karena kebutuhan dan ketertarikan siswa.

Penutup

Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa. Pengalaman di SMPIT Assyifa Boarding School Wanareja menunjukkan bahwa rendahnya intensitas kunjungan ke perpustakaan tidak selalu berarti rendahnya minat baca. Namun demikian, kondisi tersebut tetap menjadi sinyal penting bagi sekolah untuk terus berbenah.

Melalui pengelolaan perpustakaan yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan siswa, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya generasi pembelajar yang gemar membaca, berpikir kritis, dan berwawasan luas.

Another Article

This article have

3 Comments

Leave a Comment

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Info Sekolah

SMPIT AS-SYIFA BOARDING SCHOOL WANAREJA

NPSN 69971522
Blk. Lw. Peuris RT/RW 07/02 Kelurahan Wanareja Kec. Subang Kabupaten Subang Jawa Barat 41211
PHONE082245884525
EMAILsmpit-wanareja@assyifa-boardingschool.sch.id
WHATSAPP082245884525