School Info
Saturday, 07 Nov 2026
  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH CALON PEMIMPIN MASA DEPAN - PENDAFTARAN MURID BARU KLIK DISINI
  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH CALON PEMIMPIN MASA DEPAN - PENDAFTARAN MURID BARU KLIK DISINI
7 November 2026

SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja Jadi Tuan Rumah Program Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi Tingkat SMP Kabupaten Subang

Sat, 7 November 2026 Read 1x PROGRAM DAN KEGIATAN

SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja Jadi Tuan Rumah Program Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi Tingkat SMP Kabupaten Subang

Subang, 5 November 2026 – SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja menjadi tuan rumah kegiatan Program Pendampingan Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi di Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Khodijah, SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Program Pendampingan pencegahan perundungan Sekolah Aman dan Nyaman 2

Mengusung semangat “Serunya Teman Sebaya”, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta Sekolah Ramah Anak (SRA) di lingkungan SMP Kabupaten Subang.

Program ini melibatkan unsur kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta perwakilan pengurus OSIS. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu membangun sinergi dalam menciptakan budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai saling menghormati, kepedulian, toleransi, dan kebersamaan.

Penguatan Komitmen Mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Subang, serta doa bersama.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah selaku tuan rumah dan sambutan dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang. Agenda pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama sebelum memasuki kegiatan inti.

Program Pendampingan pencegahan perundungan Sekolah Aman dan Nyaman 3

Program pendampingan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap bahaya perundungan, kekerasan, dan intoleransi.

Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk serta dampak kekerasan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran sekolah dalam melakukan pencegahan, penanganan, dan pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan serta kenyamanan murid.

Melalui program tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan berkembang secara optimal bagi setiap murid.

Edukasi Pencegahan Perundungan dan Literasi Digital

Memasuki sesi inti pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, peserta mengikuti pemaparan materi mengenai pemetaan dan identifikasi berbagai jenis kekerasan beserta dampaknya.

Materi disampaikan oleh penyuluh perlindungan anak dari instansi terkait di Kabupaten Subang.

Dalam sesi tersebut, pembahasan difokuskan pada pengenalan bentuk-bentuk perundungan dan kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Literasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan perundungan, mengingat interaksi antarmurid tidak hanya berlangsung secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui berbagai platform komunikasi dan media sosial.

Dengan pemahaman yang baik, warga sekolah diharapkan mampu mengenali tindakan yang berpotensi merugikan orang lain, membangun komunikasi yang sehat, serta menggunakan teknologi digital secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Penyusunan SOP dan Mekanisme Pelaporan Aman

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pendampingan yang terbagi ke dalam beberapa kelompok.

Pada sesi 2A yang berlangsung pukul 10.00–10.30 WIB di Ruang A, peserta mengikuti penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta alur rujukan pelaporan aman.

Pembahasan dalam sesi ini mencakup strategi pencegahan dan mekanisme penanganan kasus perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

Penyusunan SOP menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang terstruktur, sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang jelas, tepat, dan berpihak pada keselamatan serta kepentingan terbaik murid.

Selain itu, penguatan kebijakan sekolah diharapkan mampu memberikan pedoman bagi seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.

Kampanye Kreatif “Serunya Teman Sebaya”

Sementara itu, pada sesi 2B yang dilaksanakan pukul 10.00–11.00 WIB di Ruang B, perwakilan murid mengikuti pelatihan kelompok melalui kampanye kreatif bertajuk “Serunya Teman Sebaya di Sekolah.”

Kegiatan ini menempatkan murid sebagai bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang positif.

Program Pendampingan pencegahan perundungan Sekolah Aman dan Nyaman 4

Melalui pendekatan kampanye kreatif, para murid didorong untuk menjadi pelopor dalam menyampaikan pesan-pesan persahabatan, kepedulian, toleransi, serta penolakan terhadap segala bentuk perundungan dan kekerasan.

Kampanye tersebut mengangkat empat nilai utama, yakni menghargai perbedaan, membangun kepedulian, menjaga kebersamaan, dan meraih prestasi bersama.

Keempat nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun hubungan sosial yang sehat antarmurid sekaligus memperkuat karakter positif di lingkungan sekolah.

Keterlibatan murid dalam kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan pihak sekolah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.

Simulasi Intervensi dan Penguatan Komitmen

Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan simulasi intervensi dan penguatan komitmen pada pukul 10.30–11.00 WIB.

Melalui sesi ini, peserta diarahkan untuk memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi atau menemukan indikasi perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Simulasi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kesiapan sekolah dalam merespons persoalan secara tepat, terukur, dan mengedepankan perlindungan terhadap murid.

Pada pukul 11.00–11.50 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil pendampingan oleh peserta. Sesi ini menjadi ruang untuk menyampaikan hasil pembahasan, rancangan langkah pencegahan, serta komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada pukul 12.00 WIB.

Mendukung Pembentukan Generasi Berakhlak dan Berkarakter

Pelaksanaan program pendampingan ini sejalan dengan komitmen SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, dan kepemimpinan murid.

Sebagai sekolah yang mengusung visi “Sekolah Calon Pemimpin yang Berakhlak, Hafiz dan Berprestasi,” SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja memandang penting terciptanya lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kasih sayang, saling menghargai, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara sekolah, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan murid dalam mencegah segala bentuk perundungan, kekerasan, serta intoleransi.

Program “Serunya Teman Sebaya” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat diwujudkan dalam kebiasaan positif dan budaya keseharian di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang setiap murid untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

This article have

0 Comment

Leave a Comment

 

16 + twenty =

Hubungi Kami Via WhatsApp