SANTRI CALON PEMIMPIN MASA DEPAN INDONESIA
Oleh, Ahshal Huda, S.ST
Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi kita untuk mengenang perjuangan santri dan ulama dalam menjaga izzah agama, mempertaruhakan jiwa raganya demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Semangat para santri terdahulu mengajarkan bahwa menjadi santri bukan hanya tentang belajar ilmu agama, tetapi juga tentang keberanian, pengorbanan, dan kepedulian terhadap nasib bangsa.
Pada zaman ini, diwaktu anak seusia mereka banyak yang menghabiskan waktu main game online seharian, mungkin mulai terbiasa merokok, hingga tawuran dan pergaulan bebas, justru anak-anak santri rela meninggalkan “kesenangan duniawi” tersebut. Mereka berusaha hidup mandiri lepas dari orang tuanya setahap demi setahap, belajar sungguh-sungguh, menghafal Al-Qur’an, mengembangkan bakat, potensi dan meraih banyak prestasi.
Sebagai santri, usia muda bukanlah penghalang untuk memulai kebaikan dan memberikan manfaat. Melalui pembinaan dan lingkungan yang tepat, SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja menjadi tempat bagi santri menempa masa mudanya. Mereka belajar arti kehidupan yang barangkali tidak mereka peroleh hanya di ruang sempit kelas, kamar, atau rumah mereka. Seperti ikan di dalam kolam, ruang geraknya harus memadai untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
Rasa rindu yang menyelimuti, kekhawatiran yang kadang menyapa, haru sekaligus bangga bercampur aduk yang dirasakan oleh orang tua santri. Semua itu wajar, karena setiap kesuksesan membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Dan perjuangan membutuhkan pengorbanan baik dari santri itu sendiri maupun kedua orang tuanya.
Jika Santri dulu berjuang mengangkat senjata, maka hari ini para santri harus berdaya membangun bangsa dan negaranya. Santri berjuang dengan belajar sungguh-sungguh, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasinya, menguasai ilmu pengetahuan, dan melawan kebodohan. Dulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Sekarang Santri mengisi kemerdekaan dengan megukir prestasi, karya, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat.
Selain menyelami samudera ilmu, santri juga belajar adab. Jangan lupa tentang adab, bahwa adab harus ditanamkan terlebih dahulu sebelum ilmu agar kelak santri manjadi pemimpin yang bermoral dan beradab. Dari berjuang di medan perang menjadi berjuang di segala bidang. Jika dulu santri menghadapi ancaman dan bahaya untuk membela agama dan tanah air, maka sekarang santri harus berjuang melawan kemalasan, kecanduan gawai, dan semua kebiasaan yang menghambat masa depan.
Jika dirangkum, setidaknya ada 10 karakter santri hebat dan kuat yaitu : 1) Memiliki Aqidah yang lurus; 2) Ibadah yang benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah ﷺ; 3) memiliki Akhlak yang mulia; 4) Mampu menjaga kesehatan dan kebugaran Fisik; 5) Berwawasan luas, berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah; 6) Mulai hidup secara mandiri dan bertanggungjawab; 7) Disiplin, dapat mengelola waktu dan urusan dengan baik; 8) Menghargai dan menggunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat; 9) Bersungguh-sungguh dalam menggendalikan diri melawan hawa nafsu; dan 10) Menjadi pribadi yang memberikan kemanfaatan bagi banyak orang lain/masyarakat.
Akhirnya, melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, mari kita tanamkan keyakinan bahwa santri adalah bagian penting dari masa depan Indonesia. Zaman boleh berubah, tahun boleh berganti, medan perjuangan boleh berbeda, tetapi semangat santri untuk menjaga agama, memajukan bangsa, dan menebar manfaat harus tetap menyala.
Selamat Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” Dari As-Syifa untuk Indonesia dan Dunia. Allahuakbar !!!
Leave a Comment