KEPALA SEKOLAH KOK BEGITU?
Brum… brum. Ssstt…!! Motor pun berhenti. Ia turun dari motornya, berjalan, lalu memungut sampah yang terlihat. Kejadian inilah yang membuat murid nyeletuk, “Kepala sekolah kok begitu?”
Subhanallah, menjaga kebersihan adalah pekerjaan yang mulia dan menjadi tanggung jawab bersama. Demikianlah keadaanya, terlihat beberapa sampah berserakan. Apakah kita hanya diam, atau berusaha memungutnya?
Hidup adalah pilihan. Ketika kita memilih untuk memungut sampah, lingkungan akan menjadi bersih dan rapi. Malaikat pun akan mencatat kebaikan yang kita lakukan. Tidak hanya itu, kita juga memberi keteladanan kepada murid dengan contoh nyata. Bukankah keteladanan lebih utama daripada sekadar kata-kata?
Pepatah Arab mengatakan:
لِسَانُ الْحَالِ أَفْصَحُ مِنْ لِسَانِ الْمَقَالِ
“Perbuatan lebih jelas/utama dari ucapan”
Maksudnya, apa yang kita lakukan sering kali lebih kuat pengaruhnya daripada apa yang kita katakan. Orang mungkin lupa nasihat, tapi mereka akan ingat contoh nyata dari yang kita perbuat.
Kalimat inilah yang menjadi dasar kepala sekolah SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja, yang akrab disapa Ustadz. Huda, untuk terus memberikan keteladanan kepada para guru dan muridnya.
Bayangkan jika hal itu dilakukan dan dicontoh oleh semua murid. Satu murid, satu sampah. Jika seribu murid membuang sampah pada tempatnya, maka seribu sampah akan berada pada tempatnya sesuai kategorinya. Kita semua akan merasakan manfaatnya. Lingkungan menjadi bersih dan rapi, murid pun betah dan nyaman, sehingga pikirannya lebih siap menerima ilmu.
Sebaliknya, bayangkan jika semua sampah dibiarkan berserakan. Kita memilih diam dan tidak peduli. Kita hanya berkata, “Itu bukan tugasku, biarkan petugas kebersihan yang membersihkannya.” Lebih parah lagi jika semua orang berpikir demikian. Dampaknya, lingkungan menjadi semrawut, sampah menumpuk, penyakit berdatangan, dan tubuh pun sering sakit. Akhirnya, kita tidak bisa menerima ilmu dengan baik.
Budaya yang kuat tidak lahir dari sekadar aturan, melainkan dari kebiasaan yang terus dijaga. SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja memilki 5 budaya yang menjadi ciri khas sekolah. Salah satunya adalah menjaga kebersihan. Nilai ini bukan hanya tertulis di papan pengumuman, tetapi benar-benar melekat dalam aktivitas sehari-hari bagi seluruh keluarga As-Syifa.
Selain itu, saya juga teringat konsep 3M dari Aa Gym: dimulai dari diri sendiri, dimulai saat ini, dan dimulai dari hal kecil. Membuang sampah pada tempatnya mungkin terlihat sederhana, namun jika dilakukan secara konsisten, akan memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar.
Rasulullah saw. bersabda:
اَلطَّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ
“Kesucian (kebersihan) itu sebagian dari iman.” (HR. Muslim, no. 223)
Menjaga kebersihan memberikan banyak manfaat. Lingkungan yang bersih akan membuat kita lebih sehat dan nyaman. Selain itu, kebersihan juga mencerminkan kepribadian yang baik dan disiplin. Kebiasaan menjaga kebersihan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan merapikan lingkungan, dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri seseorang.
Lingkungan yang bersih juga dapat meningkatkan semangat belajar dan bekerja karena suasana menjadi lebih rapi dan menyenangkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta hidup yang sehat, tertib, dan harmonis.
Mari kita berbenah diri. Kebaikan apa yang bisa kita lakukan agar SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja menjadi lebih unggul dan terdepan dalam prestasi?
eL Mayou _Guru PAI SMPIT As-Syifa Boarding School Wanareja_
Ma syaa Allah
Semoga Allah berikan keistiqomahan dalam kebaikan
Aamiin
Aamiin Ya Rabb
Syukron atas pengingatnya ustaz..
Afwan..
Semoga bermanfaat untuk kita semuanya
Leave a Comment