
Pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi berfokus semata pada penguasaan kosakata dan tata bahasa, tetapi juga pada pengembangan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan wawasan global. Melalui pendekatan Communicative Language Teaching (CLT), peserta didik didorong untuk menggunakan Bahasa Inggris secara aktif dan bermakna dalam konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21.

Communicative Language Teaching (CLT)
Dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, guru selalu didorong untuk memiliki inovasi pengajaran yang efektif dan tepat sasaran. Adapun salah satu inovasi pembelajaran yang diimplementasikan oleh guru bahasa Inggris adalah Communicative Language Teaching (CLT), sebuah pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, bukan sekadar objek pembelajaran. Richards (2015) menjelaskan bahwa tujuan utama CLT adalah mengembangkan communicative competence, yaitu kemampuan menggunakan bahasa secara efektif dan tepat sesuai konteks sosial dan budaya.
Sementara Larsen-Freeman dan Anderson (2014) menegaskan bahwa interaksi, negosiasi makna, dan penggunaan bahasa secara autentik merupakan inti dari pembelajaran bahasa dalam pendekatan CLT. Kemudian, Brown (2014) menyatakan bahwa CLT mendorong keterlibatan aktif peserta didik melalui kerja sama, pemecahan masalah, dan kegiatan komunikatif yang bermakna. Dengan demikian, CLT tidak hanya meningkatkan kemampuan linguistik, tetapi juga keterampilan sosial, berpikir kritis, dan kolaborasi.

Melalui penerapan CLT, peserta didik belajar untuk:
Simulasi Kepemimpinan Global dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik mensimulasikan peran kepemimpinan global seperti Prime Minister, Minister of Foreign Affairs, Minister of Education, scholarship awardee, dan cultural practitioner. Setiap peran digunakan untuk mempresentasikan profil suatu negara, termasuk sistem pendidikan, budaya, isu global, dan peluang kerja sama internasional.
Melalui diskusi kelompok, presentasi, dan simulasi forum internasional, peserta didik menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang menyerupai konteks dunia nyata. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus kepemimpinan dan kesadaran global. Adapun tujuan pembelajaran dari proses ini yaitu:

Proses Pembelajaran
Pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahap berikut:

Kesimpulan
Pembelajaran Bahasa Inggris melalui pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) berbasis simulasi kepemimpinan global memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Murid terlihat aktif dan mampu berpikir secara kritis dalam memberikan pendapat terkait suatu topik diskusi melalui komunikasi berbahasa Inggris. Mereka juga menyadari bahwa bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun karakter, kepemimpinan, serta kompetensi abad ke-21 yang dibutuhkan dalam masyarakat global.
Keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa tersebut tidak terlepas dari strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Guru dapat menerapkan CLT melalui perancangan berbagai kegiatan interaktif serta pemberian motivasi kepada siswa untuk berpartisipasi aktif. Selain itu, strategi pembelajaran CLT memungkinkan integrasi lebih dari satu keterampilan berbahasa, khususnya keterampilan berbicara dan menulis dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.

Referensi
Brown, H. D. (2014). Principles of language learning and teaching (6th ed.). Pearson Education.
Council of Europe. (2020). Common European framework of reference for languages: Learning,
teaching, assessment – Companion volume. Council of Europe Publishing.
Dewi, M., & Muslim, A. B. (2024). Integrated Skills Approach in Teaching EFL Writing and
Speaking as Productive Skills: A Case Study in Indonesian Context. LET: Linguistics,
Literature and English Teaching Journal, 14(1), 161–181.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Larsen-Freeman, D., & Anderson, M. (2014). Techniques and principles in language teaching (3rd ed.). Oxford University Press.
OECD. (2023). Global competence framework: Preparing learners for an interconnected world. OECD Publishing.
Richards, J. C. (2015). Key issues in language teaching. Cambridge University Press.
Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2021). Approaches and methods in language teaching (4th ed.). Cambridge University Press.
Leave a Comment