
Kemampuan numerasi merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh seseorang untuk dapat menerapkan konsep matematika dalam menyelesaikan berbagai jenis masalah dalam kehidupan sehari-hari. Numerasi sering kali dipandang sebagai keterampilan kognitif murni. Namun, data dari Program for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa faktor afektif (emosional) memiliki korelasi signifikan terhadap capaian matematika siswa. Kecerdasan Emosional (EQ) bukan sekadar pendukung, melainkan fondasi yang memungkinkan kemampuan numerasi berkembang optimal.

Dalam matematika, pengelolaan diri merupakan suatu hal yang diperlukan oleh siswa karena meskipun siswa tersebut mampu, tanpa pengelolaan diri siswa akan mudah menyerah, tidak memiliki motivasi untuk belajar, dan tidak bisa memusatkan perhatian pada materi pelajaran (Teti et al., 2022). Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosionalnya yaitu mengenali emosi sendiri, kemampuan mengelola emosi, optimisme emosi, empati dan keterampilan sosial. Untuk mencapai prestasi yang maksimal, kecerdasan emosional juga merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembelajaran. Dengan memahami bagaimana kecerdasan emosional mempengaruhi kemampuan numerasi, pendidik dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.
Regulasi Emosi sebagai Penawar Math Anxiety
Menurut ahli psikologi Daniel Goleman, salah satu pilar EQ adalah regulasi diri. Dalam konteks numerasi, fenomena Math Anxiety (kecemasan matematika) sering kali menjadi penghambat utama.
Hubungan antara Ketekunan (Persistence) dan Numerasi
Numerasi bukan hanya soal kecepatan, tapi juga ketahanan dalam memecahkan masalah (problem-solving). Berdasarkan teori Social Emotional Learning (SEL), keterampilan mengelola diri berkorelasi langsung dengan ketekunan akademik.
Efikasi Diri (Self-Efficacy) dan Performa Numerik
Penelitian oleh Albert Bandura mengenai efikasi diri (keyakinan pada kemampuan diri sendiri) menunjukkan bahwa emosi positif meningkatkan performa akademik.
Berikut adalah ringkasan berbagai jurnal pendidikan mengenai pengaruh elemen EQ terhadap numerasi:
| Elemen EQ | Dampak pada Kemampuan Numerasi | Sumber Referensi |
| Kesadaran Diri | Siswa mengenali batas kemampuannya dan tahu kapan harus bertanya. | Journal of Educational Psychology |
| Manajemen Diri | Mengurangi dampak negatif kecemasan saat ujian matematika. | OECD PISA Reports |
| Motivasi | Mendorong siswa untuk mendalami konsep abstrak, bukan sekadar menghafal. | Theory of Self-Determination |
| Keterampilan Sosial | Memungkinkan diskusi logika yang efektif dalam pembelajaran kolaboratif. | Vygotsky’s Social Development Theory |
Kesimpulan
Secara ilmiah, kemampuan numerasi tidak berdiri sendiri di ruang hampa. Kecerdasan emosional bertindak sebagai “pelumas” bagi mesin kognitif siswa. Tanpa EQ yang baik, potensi numerasi siswa sering kali terhambat oleh dinding kecemasan dan rendahnya motivasi. Oleh karena itu, integrasi pembelajaran sosial-emosional (SEL) ke dalam kurikulum matematika sangat direkomendasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Daftar Pustaka
Ashcraft, M. H., & Krause, J. A. (2007). Working memory, math anxiety, and performance. Psychonomic Bulletin & Review.
Goleman, D. (2005). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.
OECD (2013). PISA 2012 Results: Ready to Learn: Students’ Engagement, Drive and Self-Beliefs (Volume III). PISA, OECD Publishing.
Pekrun, R. (2014). Emotions and Learning. Educational Practices Series-24, International Bureau of Education.
Zins, J. E., et al. (2004). Building Academic Success on Social and Emotional Learning: What Does the Research Say? Teachers College Press.
Rahma, L., et al. (2025). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM Konten Bilangan Ditinjau dari Kecerdasan Emosional.
Leave a Comment