School Info
Tuesday, 27 Jan 2026
  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH CALON PEMIMPIN MASA DEPAN - PENDAFTARAN MURID BARU KLIK DISINI
  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH CALON PEMIMPIN MASA DEPAN - PENDAFTARAN MURID BARU KLIK DISINI
24 January 2026

Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Numerasi

Sat, 24 January 2026 Read 10x

Kemampuan numerasi merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh seseorang untuk dapat menerapkan konsep matematika dalam menyelesaikan berbagai jenis masalah dalam kehidupan sehari-hari. Numerasi sering kali dipandang sebagai keterampilan kognitif murni. Namun, data dari Program for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa faktor afektif (emosional) memiliki korelasi signifikan terhadap capaian matematika siswa. Kecerdasan Emosional (EQ) bukan sekadar pendukung, melainkan fondasi yang memungkinkan kemampuan numerasi berkembang optimal.

6314067560164429242

Dalam matematika, pengelolaan diri merupakan suatu hal yang diperlukan oleh siswa karena meskipun siswa tersebut mampu, tanpa pengelolaan diri siswa akan mudah menyerah, tidak memiliki motivasi untuk belajar, dan tidak bisa memusatkan perhatian pada materi pelajaran (Teti et al., 2022). Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosionalnya yaitu mengenali emosi sendiri, kemampuan mengelola emosi, optimisme emosi, empati dan keterampilan sosial. Untuk mencapai prestasi yang maksimal, kecerdasan emosional juga merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembelajaran. Dengan memahami bagaimana kecerdasan emosional mempengaruhi kemampuan numerasi, pendidik dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.

Regulasi Emosi sebagai Penawar Math Anxiety

Menurut ahli psikologi Daniel Goleman, salah satu pilar EQ adalah regulasi diri. Dalam konteks numerasi, fenomena Math Anxiety (kecemasan matematika) sering kali menjadi penghambat utama.

  • Mekanisme Biologis: Ketika siswa merasa takut terhadap angka, otak mengaktifkan amygdala (pusat emosi), yang memicu respons fight-or-flight. Hal ini menghambat kerja prefrontal cortex yang bertanggung jawab atas pemrosesan kognitif dan logika.
  • Peran EQ: Siswa dengan EQ tinggi mampu melakukan regulasi emosi sehingga mereka dapat menenangkan sistem saraf mereka. Dengan emosi yang stabil, kapasitas working memory (memori kerja) tetap tersedia sepenuhnya untuk memecahkan soal numerasi yang kompleks.

Hubungan antara Ketekunan (Persistence) dan Numerasi

Numerasi bukan hanya soal kecepatan, tapi juga ketahanan dalam memecahkan masalah (problem-solving). Berdasarkan teori Social Emotional Learning (SEL), keterampilan mengelola diri berkorelasi langsung dengan ketekunan akademik.

  • Menghadapi Frustrasi: Soal matematika sering kali memerlukan beberapa langkah pengerjaan. Siswa dengan kecerdasan emosional rendah cenderung cepat menyerah saat menemui jalan buntu.
  • Resiliensi: Siswa dengan EQ tinggi melihat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar (growth mindset). Mereka mampu mengelola rasa frustrasi dan mencoba strategi baru hingga menemukan jawaban yang tepat.

Efikasi Diri (Self-Efficacy) dan Performa Numerik

Penelitian oleh Albert Bandura mengenai efikasi diri (keyakinan pada kemampuan diri sendiri) menunjukkan bahwa emosi positif meningkatkan performa akademik.

  • Siswa yang secara emosional sadar akan kemampuannya (self-awareness) cenderung lebih percaya diri saat menghadapi angka. Kepercayaan diri ini menurunkan beban kognitif, sehingga proses perhitungan menjadi lebih efisien.

Berikut adalah ringkasan berbagai jurnal pendidikan mengenai pengaruh elemen EQ terhadap numerasi:

Elemen EQDampak pada Kemampuan NumerasiSumber Referensi
Kesadaran DiriSiswa mengenali batas kemampuannya dan tahu kapan harus bertanya.Journal of Educational Psychology
Manajemen DiriMengurangi dampak negatif kecemasan saat ujian matematika.OECD PISA Reports
MotivasiMendorong siswa untuk mendalami konsep abstrak, bukan sekadar menghafal.Theory of Self-Determination
Keterampilan SosialMemungkinkan diskusi logika yang efektif dalam pembelajaran kolaboratif.Vygotsky’s Social Development Theory

 

Kesimpulan

Secara ilmiah, kemampuan numerasi tidak berdiri sendiri di ruang hampa. Kecerdasan emosional bertindak sebagai “pelumas” bagi mesin kognitif siswa. Tanpa EQ yang baik, potensi numerasi siswa sering kali terhambat oleh dinding kecemasan dan rendahnya motivasi. Oleh karena itu, integrasi pembelajaran sosial-emosional (SEL) ke dalam kurikulum matematika sangat direkomendasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Daftar Pustaka

Ashcraft, M. H., & Krause, J. A. (2007). Working memory, math anxiety, and performance. Psychonomic Bulletin & Review.

Goleman, D. (2005). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.

OECD (2013). PISA 2012 Results: Ready to Learn: Students’ Engagement, Drive and Self-Beliefs (Volume III). PISA, OECD Publishing.

Pekrun, R. (2014). Emotions and Learning. Educational Practices Series-24, International Bureau of Education.

Zins, J. E., et al. (2004). Building Academic Success on Social and Emotional Learning: What Does the Research Say? Teachers College Press.

Rahma, L., et al. (2025). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM Konten Bilangan Ditinjau dari Kecerdasan Emosional.

This article have

0 Comment

Leave a Comment

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.